BACA JOH

KORONAVIRUS - Virus yang lagi viral saat artikel ini dibuat, dengan nama Koronavirus atau dalam bahasa inggarisnya CORONAVIRUS adalah sekumpulan virus dari Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales, keluarga virus ini mampu menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARS dan MERS sifatnya lebih mematikan. Penyakit ini muncul berbeda-beda gejalanya, contohnya pada ayam, virus ini menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkan pada sapi dan babi menyebabkan diare. Dan parahnya lagi gaess, belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus ini saat artikel ini dibuat loh....
Seperti yang gua liat di wikipedia yah, Koronavirus ini merupakan virus "beramplop" dengan genom RNA utas tunggal plus dan nukleokapsid berbentuk heliks simetris. Jumlah genom koronavirus berkisar 27-34 pasang basa. Apa itu ? Sedikit penjelasan, dalam biologi molekuler, dua nukleotida dalam DNA atau RNA yang saling komplementer dan terhubung oleh ikatan hidrogen disebut pasang basa. Juga, Jumlah genom yang dimiliki oleh Koronavirus ini adalah yang terbesar diantara virus RNA yang kita ketahui ini. Nah kita akan lebih dalam membahas Korona ini gaesss... Jadi jangan sampe parno yah, apalagi men-sugesti diri, contohnya: saat kita terserang flu biasa, karena takut akan virus ini, pikiran kita langsung mengarah ke virus korona, karena kita sudah tahu gejalanya... Nah kita bedah satu-satu gaesss, udah kayak dokter dong... :)

1. PENEMUAN
https://www.redcross.org/take-a-class/in-the-news/coronavirus-prevention-information-for-students

Penemuan pertamakali virus ini di tahun 1960-an. Virus paling awal ditemukan adalah virus bronkitis infeksius pada ayam. Sejak saat itu anggota keluarga lain si Korona ini mulai di temukan, diantaranya, SARS-CoV pada tahun 2003, HCoV NL63 pada tahun 2004, HKU1 pada 2005, dan MERS-CoV pada tahun 2012, dan SARS-CoV-2 pada 2019, Sebagian besar virus ini menginfeksi di bagian pernapasan yah gaesss....

2. NAMA 
Nama Virus Korona ini berasal dari bahasa Latin corona dan bahasa Yunani κορώνη (korṓnē, "lingkaran, untaian") yang berarti mahkota atau lingkaran cahaya. Namanya mengacu pada penampilan karakteristik virion (bentuk infektif virus) dilihat dalam mikroskop elektron. Morfologi ini diciptakan oleh peplomer tonjolan protein permukaan virus.

3. PENULARAN
Seperti yang ada di media cetak maupun media online serta media televisi, virus ini mampu menularkan penyakitnya lewat kontak langsung dalam jarak dekat via tetesan kecil atau percikan yang dalam dunia kedokteran disebut Droplet dari saluran pernapasan manusia saat dia batuk ataupun bersin.

KORONA VIRUS PADA MANUSIA
Virus ini diyakini menyebabkan 15-30% dari semua pilek yang ada pada orang dewasa maupun anak-anak. Virus Korona menyebabkan pilek dengan gejala utamanya adalah demam dan sakit tenggorokan akibat pembengkakan adenoid (Sama seperti amandel, tonsil yang berada di belakang rongga hidung ini akan membesar di usia 3 tahun. Setelah itu harusnya mengecil dan main lama menghilang. Kalau adenoid terus bekerja menyaring kuman, keadaannya akan tetap besar dan bisa menjadi sumber infeksi.Seperti yang gua baca di WIKIPEDIA, ada Tujuh galur koronavirus manusia yang saat ini diketahui ketika artikel di ditulis yah, diantaranya:

1. Human coronavirus 229E (HCov-229E)
2. Human coronavirus OC43 (HCoV-OC43)
3. Koronavirus sindrom pernapasan akut berat (SARS-CoV)
4. Human coronavirus NL63 (HCoV-NL63, New Haven coronavirus)
5. Human coronavirus HKU1
6. Koronavirus terkait sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV), yang awalnya di kenal sebagai novel coronavirus 2012.
7. Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2) yang awalnya di kenal sebagai 2019-nVoC atau novel coronavirus 2019 yang sedang viral sekarang, saat artikel ini ditulis.

Gua juga sertain beberapa penyakit yang udah menyerang kita, umat manusia, saya rakum ajah yah, biar nggak terlalu panjang juga kalian bacanya... hahahaaa...

Tahun 2003, wabah SARS dengan angka kematian mencapai 774 jiwa.

Tahun 2012, wabah MERS dengan angka kematian lebih dari 400 jiwa.
Tahun 2015, wabah MERS di Korea Selatan, kematian 36 jiwa.
Tahun 2018, wabah MERS dengan kematian mencapai 41.
dan titik puncaknya di tahun 2019 bulan desember 2019, virus korona dengan tipe baru yang berlabel SARS-CoV-2, yang mungkin sudah bermutasi menjadi virus yang lebih ganas, pada saat artikel ini dibuat tingkat kematian paling tidak sudah mencapai 18.900 juta jiwa dilansir dari WorldOMeter, dan angka itu terus bertambah seiring berjalannya waktu, dan jumlah manusia yang terinfeksi.

Berikut beberapa link untuk kalian bisa mengecek perkembangan virus ini di negara Indonesia kita tercinta.
1. Nasional - https://www.covid19.go.id/ 
2. Jawa barat - https://pikobar.jabarprov.go.id/ 
3. DKI Jakarta - https://corona.jakarta.go.id/
4. DIY - https://corona.jogjaprov.go.id/
5. Jawa Tengah - https://corona.jatengprov.go.id/
6. Bali - https://infocorona.baliprov.go.id/
7. Sulut - https://corona.sulutprov.go.id

Semoga kalian tetap sehat berada dibawah lindungan yang Maha Kuasa telepas dari agama apa yang kita anut saat ini.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian.
#DiRumahAjah

Post a Comment

أحدث أقدم